Hikmah Kasus Ahmadiyah

April 17, 2008
Umat Islam tentu berhak membela aqidahnya dari “serangan” kaum Ahmadiyah dan para pendukungnya. Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-221

Oleh: Adian Husaini

ImageRatusan tahun lalu, Nabi Muhammad saw sudah mengingatkan: “Tidak akan terjadi Kiamat sehingga muncul tiga puluh dajjal (pendusta); semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah; (dalam satu riwayat disebutkan Nabi SAW bersabda) Aku adalah penutup para Nabi dan tidak ada nabi lagi sesudahku.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Hadits-hadits Rasulullah yang menjelaskan bahwa tidak ada nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw begitu banyak. Majelis Tarjih Muhammadiyah, dalam fatwanya tentang kedudukan Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir, juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang menyatakan: ”Di antara umatku akan ada pendusta-pendusta, semua mengaku dirinya nabi, padahal aku ini penutup sekalian nabi.” (HR Ibn Mardawaihi, dari Tsauban).

Karena peringatan Rasulullah saw tentang kenabian itu sangat jelas dan gamblang, maka seorang Muslim tidak berani main-main dalam soal ini. Sehebat apa pun kualitas ketaqwaan dan kewalian seorang Muslim, maka dirinya tidak akan mengaku sebagai nabi atau mengaku mendapatkan wahyu dari Allah. Jika ada yang mengaku seperti itu, pasti sesat. Ini rumusan pokok dalam ajaran Islam.

Kita tahu, di pentas sejarah, nabi kaum Ahmadiyah, yakni Mirza Ghulam Ahmad, termasuk deretan orang yang mengaku sebagai nabi dan melaknat orang Muslim yang tidak mau mengakuinya sebagai nabi. Dalam kitab Tadzkirah, Mirza Ghulam Ahmad mengaku mendapat wahyu seperti ini: Anta imaamun mubaarakun, la’natullahi ‘alalladzii kafara (Kamu – Mirza Ghulam Ahmad – adalah imam yang diberkahi dan laknat Allah atas orang yang ingkar/Tadzkirah hal. 749). Ada lagi wahyu versi dia: “Anta minniy bimanzilati waladiy, anta minniy bimanzilatin laa ya’lamuha al-khalqu. (Kamu bagiku berkedudukan seperti anak-Ku, dan kamu bagiku berada dalam kedudukan yang tidak diketahui semua makhluk/Tadzkirah, hal. 236).

Karena merasa mendapat wahyu dan berkedudukan seperti “anak-Tuhan”, maka Mirza Ghulam Ahmad memandang dirinya lebih hebat dari para sahabat Rasulullah saw dan para wali. Dr. Ihsan Ilahi Zhahir telah menulis sebuah buku yang sangat komprehensif tentang Ahmadiyah berjudul “Al-Qadiyaniyyah: Dirasat wa Tahlil” (Diindonesiakan tahun 2006 oleh Pustaka Darul Falah dengan judul “Mengapa Ahmadiyah Dilarang?”). Buku ini memaparkan data-data menarik tentang sosok Ghulam Ahmad berdasarkan sumber-sumber dokumen Ahmadiyah. Simaklah sejumlah petikan ucapan Mirza Ghulam Ahmad berikut:

“Tidak diragukan lagi bahwa dilahirkan di tengah-tengah umat Muhammad, shallallaahu alaihi wa sallam, beribu-ribu orang wali dan orang-orang pilihan, tetapi tak seorang pun sama denganku.”

Juga, katanya: “Mereka marah kepadaku karena aku mengutamakan diriku sendiri atas diri Husain, padahal dia tidak disebut namanya di dalam Al-Quran.”

Ghulam Ahmad pun berkata: “Mereka mengatakan tentang diriku bahwa aku hanya mengutamakan diriku sendiri atas diri Al-Hasan dan Al-Husain. Maka kukatakan, Benar, aku mengutamakan diriku atas keduanya dan Allah akan menunjukkan keutamaan ini.”

Seorang pengikut Ahmadiyah menulis: “Dimana posisi Abu Bakar dan Umar jika dibandingkan dengan Ghulam Ahmad? Keduanya tidak berhak untuk dibawakan kedua sandalnya.”

Padahal, tentang Hasan dan Husain, Rasulullah saw bersabda: “Dua penghulu para pemuda ahli surga adalah Hasan dan Husain.” (HR Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad). Banyak sekali hadits Rasulullah saw yang menyebutkan keutamaan Sayyidina Abu Bakar dan Umar bin Khathab r.a. Betapa pun hebatnya kedua sahabat Nabi tersebut, mereka tidak sampai mengaku sebagai nabi. Tetapi, Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi, merasa lebih hebat dari keduanya. Terhadap sahabat Nabi yang lain pun, Mirza Ghulam Ahmad juga berani merendahkan. Dia menyatakan: ”Sungguh, Abu Hurairah adalah orang bodoh. Dia tidak memiliki pengetahuan yang benar.”

Mirza Ghulam Ahmad juga berani mencerca Nabi Adam a.s., dengan menyatakan:

”Sungguh Alah telah menciptakan Adam dan menjadikannya tuan yang sangat ditaati, pemimpin yang bijaksana atas semua orang. Sebagaimana jelas dalam kata-kata-Nya, ”Sujudlah kalian semua kepada Adam”, kemudian dia disesatkan oleh syetan dan akhirnya dikeluarkan dari syurga. Kembalilah kebijakan itu kepada syetan sehingga Adam menjadi manusia hina dan dikecilkan… Lalu Allah menciptakanku agar aku mengalahkan syetan. Dan hal ini adalah apa yang dijanjikan di dalam Al-Quran.”

Surat kabar Al Fadhl, 18 Juli 1931, pernah memuat ucapan Mahmud Ahmad, putra Mirza Ghulam Ahmad:

”Ayahku berkata bahwa dirinya lebih utama daripada Adam, Nuh, dan Isa. Karena Adam dikeluarkan oleh syetan dari surga, sedangkan dia memasukkan anak Adam ke dalam surga. Sedangkan Isa disalib oleh orang-orang Yahudi sedangkan dia menghancurkan salib itu. Dia lebih utama daripada Nuh karena anaknya yang paling besar tidak mendapatkan hidayah, sedangkan anaknya masuk ke dalam hidayah.”

Dalam ucapannya yang lain, nabi kaum Ahmadiyah ini menyatakan: ”Telah datang para nabi yang banyak, tetapi tidak ada yang lebih maju daripadaku dalam hal ma’rifatullah. Dan setiap apa yang diberikan kepada semua nabi juga diberikan kepadaku dengan lebih sempurna.” Bahkan, Mirza Ghulam Ahmad juga membuat pernyataan yang mengerikan: ”Al-Masih itu minum khamar bisa jadi karena suatu penyakit atau karena tradisinya yang lama.”

Meskipun mengaku sebagai pelanjut risalah Nabi Muhammad saw, Mirza Ghulam Ahmad pun berani menyatakan: ”Sungguh, Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam memiliki tiga ribu macam mukjizat, tetapi mukjizatku lebih dari sejuta macam mukjizat.”

Seorang anaknya yang juga khalifahnya kedua, berkata:

”Sesungguhnya ketinggian batin imam kita adalah lebih daripada nabi yang mulia Shallallaahu alaihi wa sallam, karena zaman sekarang ini sudah jauh lebih maju daripada zaman ketika itu dari sisi kebudayaan. Inilah dia keutamaan yang parsial yang dicapai oleh Ghulam Ahmad daripada Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam.”

Para pengikut Mirza Ghulam Ahmad pun percaya akan kelebihan imam mereka. Surat kabar milik Ahmadiyah, Badar, 25 Oktober 1902, memuat pujian yang sangat hebat kepada Mirza Ghulam Ahmad:

”Sungguh Muhammad turun sekali lagi di hadapan kita, padahal dia lebih agung daripada ketika diutus untuk yang pertama. Siapa saja yang hendak menatap Muhammad dalam bentuknya yang paling sempurna, maka hendaknya memandang Ghulam Ahmad di Qadiyan.”

Meskipun mengaku Al-Quran sebagai kitab sucinya, Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya membuat tafsir Al-Quran yang berbeda dengan umat Islam lainnya. Ghulam Ahmad pernah menyatakan:

Akulah yang dimaksud dalam firman-Nya, ”Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (al-Anbiya:107).

Sepeninggal Ghulam Ahmad, sang anak, Basyir Ahmad, melanjutkan pengakuan-pengakuan Ghulam Ahmad. Surat kabar al-Fadhl, 19 Agustus 1916, pernah memuat ucapan Basyir Ahmad:

”Sesungguhnya yang diberi kabar gembira kerasulan adalah Ghulam Ahmad dan bukan Nabi Allah Muhammad. Itulah yang dimaksud dalam firman-Nya Ta’ala: ’…Dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad.” (Ash-Shaf:6). Karena Nabi Allah bernama Muhammad dan bukan Ahmad. Oleh sebab itu, yang dimaksud haruslah bukan Muhammad. Dengan demikian, yang dimaksud haruslah Ghulam Ahmad dan bukan Muhammad.”

Tentang kedudukan ”wahyu” yang katanya dia terima dari Allah, Ghulam Ahmad menyatakan:

”Demi Allah Yang Mahaagung, aku beriman kepada wahyu yang diberikan kepadaku sebagaimana aku beriman kepada Al-Quran dan Kitab-kitab lain yang diturunkan dari langit.”

Seorang pembesar Ahmadiyah, Jalaluddin Syams, menulis: ”Sesungguhnya martabat wahyu Ghulam Ahmad sama persis dengan martabat Al-Quran, Injil dan Taurat.” Khalifah Ahmadiyah, Mahmud Ahmad, juga membuat pernyataan yang meletakkan derajat hadits Rasulullah saw di bawah kata-kata Mirza Ghulam Ahmad:

”Semua ungkapan Ghulam Ahmad dapat dipertanggungjawabkan bisa dijadikan dasar. Sesungguhnya hadits-hadits itu tidak kita dengar langsung dari lisan Rasulullah, sedangkan ungkapan Ghulam kita mendengarnya dari mulutnya secara langsung. Karena itu tidak mungkin sebuah hadits shahih akan bertentangan dengan apa-apa yang diungkapkan oleh Ghulam Ahmad.” (Surat Kabar al-Fadhl, 29 April 1915).

Sudah bukan rahasia lagi, Ghulam Ahmad juga berulangkali menyatakan secara terbuka kesetiaannya kepada penjajah Inggris dan menggiring umat Islam untuk mengikuti jejaknya. Dia berkata:

”Kuhabiskan mayoritas masa hidupku untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Britania dengan menentang ajaran jihad. Aku masih terus berupaya demikian itu hingga kaum Muslimin menjadi setia dengan ikhlas kepada pemerintah ini.”

Inilah sosok dan ucapan-ucapan Mirza Ghulam Ahmad, nabi kaum Ahmadiyah, sebagaimana dihimpun oleh penulis terkenal, Dr. Ihsan Ilahi Zhahir. Dengan itu kita bisa membayangkan, sosok seperti apakah Mirza Ghulam Ahmad ini?! Dengan ini pula kita paham, mengapa kaum liberal di Indonesia dan berbagai kekuatan kebatilan lainnya begitu gigih membela Ahmadiyah dan habis-habisan menyerang Islam.

Dalam Surat Edaran Jemaat Ahmadiyah Indonesia tanggal 25 Ihsan 1362/25 Juni 1983 M, No. 583/DP83, perihal Petunjuk-petunjuk Huzur tentang Tabligh dan Tarbiyah Jama’ah, dinyatakan:

“Harus dicari pendekatan langsung dalam pertablighan. Hendaknya diberitahukan dengan tegas dan jelas bahwa sekarang dunia tidak dapat selamat tanpa menerima Ahmadiyah. Dunia akan terpaksa menerima Pimpinan Ahmadiyah. Tanpa Ahmadiyah dunia akan dihimpit oleh musibah dan kesusahan dan jika tidak mau juga menerima Ahmadiyah, tentu akan mengalami kehancuran.”

Apa pun bukti-bukti kita sodorkan, faktanya pemerintahan Presiden SBY tetap eggan bersikap tegas terhadap Ahmadiyah. Rapat Bakorpakem di Kejagung, 15 Januari 2008, malah meluluskan 12 butir pernyataan Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang sama sekali tidak menolak kenabian Mirza Ghulam Ahmad dan memuat sejumlah kebohongan. Anehnya, kebohongan itu justru “diketahui” oleh sejumlah profesor terkenal yang pintar-pintar dan piawai bicara tentang Islam.

Kita yakin, semua ini adalah ujian dari Allah SWT. Kita tidak perlu risau. Barangkali ini isyarat dari Allah agar kita lebih giat dan lebih profesional lagi dalam berdakwah. Kita yakin, banyak umat Islam sendiri – bahkan mungkin juga para pejabat — yang masih belum paham apa itu Ahmadiyah dan siapa sebenarnya Mirza Ghulam Ahmad. Maka, ke depan, kita harus memberikan penjelasan secara maksimal tentang hal ini.

Yang jelas, kaum Muslim di mana pun, pasti tidak akan rela Nabi Muhammad saw dilecehkan; sahabat-sahabatnya direndahkan martabatnya; dan Al-Quran diacak-acak. Umat Islam tentu berhak membela aqidahnya dari serangan kaum Ahmadiyah dan para pendukungnya. [Depok, 18 Januari 2008/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini merupakan hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

SOURCE : Hidayatullah


Instal Flash Drive/USB Drive In Linux

January 18, 2008

Masih bingung dengan Instal Flash Drive/USB Drive Di linux? Nih ada sedikit cara dari kami

Cara I :

 

Start application –> Run Command : Xterm
[ root ] # modprobe usb-storage
[ root ] # mkdir/mnt/flash
[ root ] # cd /mnt/flash
[ mnt/flash ] # ls
[ root ] # umount /dev/sda1


Cara II :

Memeriksa modul drive yg terinstal :
[ root ] # lsmod

usb-storage
usb-uhci
usbcore

Bila usb-storage sudah ada maka kita tidak perlu membuatnya lagi. Bila belum, maka kita buat :
[ root ] # modprobe usb-storage

Menghapus usb-storage :
[ root ] # rmmod usb-storage

Membuat direktory utk Flash Drive :
[ root ] # mkdir /mnt/flash

Menghapus direktory Flash :
[ mnt ] # rm -rf flash

Mengaktifkan direktory Flash :
[ root ] # mount /dev/sda1 /mnt/flash

Menon-aktifkan direktory flash :
[ root ] # umount /dev/sda1

Masuk ke direktory Flash :
[ root ] # cd /mnt/flash

Membuat file di direktory flash :
[ mnt/flash ] # touch coba
[ mnt/flash ] # vi coba
[ mnt/flash ] # ls


Perintah Dasar Linux III

January 18, 2008

any_command –Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah.”–help”sama dgn perintah pada dos.

help|more “/h”.perintah “more” di perlukan agar screen stop setiap 1 layar.

ls melihat isi file dari direktori aktif.pada linux perintah “dir” hanya berupa alias dari perintah “ls”. untuk perintah “ls” sendiri sering di buatkan alias “ls–color”, agar pada waktu di “ls” di tampilkan warna-warna sesuai dgn file-filenya,biasanya hijau untuk execute,dsb.

ls -al|more Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden,lalu di tampilkan layar per layar.

cd direktory Change direktory.Menggunakan “cd” tanpa nama direktory akan menghantarkan anda pada home direktory dan “cd-” akan menghantarkan anda ke direktory sebelumnya.

cp soure Mengopy suatu file destination

mcopy source Mengopy file dari / ke dos filesystem (tanpa memerlukan mounting).Contoh mcopy a:\autoexec.bat  destination ~/junk. gunakan “man mtools” utk command sejenis, mdir,mcd,mren,mmove,mdel,mmd,mrd,mformat…

mv source Memindahkan atau mengganti nama file.
destination

ln -s source Membuat simbolic links.contoh “ln -sf/usr/X11R6/bin/XF86_SVGA/etc/X11/X. membuat simbolik links dari
destination file XF86_SVGA ke X

rm files Menghapus file

mkdir direktory Membuat direktory baru

rmdir direktory Menghapus direktory yg telah kosong

rm -r files (recursive remove) menghapus file, direktory dan subdirektory-nya.
hati-hati dalam menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root,karena root dapat dgn mudah menghapus seluruh file pada sistem dgn perintah di atas,tidak ada perintah utk undelete di linux (belum) Tetapi jika anda penasaran, coba saja perintah berikut as root : rm -rf/*

cat file name | Untuk melihat isi suatu file,dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut di tampilkan layar per layar
more

less filename Melihat isi suatu file layar per layar,dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,”less” hampir sama dgn perintah
cat filename |more

pico filename Edit suatu text file.

pico -w filename Edit suatu text file,dgn menonaktifkan fungsi word wrap,sangat berguna utk mengedit file seperti /etc/fstab

lynx file.html
Melihat file html atau browser ke net dgn text mode,di mana gambar/image tidak dapat di tampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yg sangat cepat, sangat berguan bila anda hanya ingin menginginkan suatu artikel tanpa image/gambar.

tar -zxvf Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut(*.tar.gz or *tgz), untuk meletakannya ke directory filename.tar.gz yg di inginkan tambahkan option -C direktory, contoh :tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt(meletakan file tersebut di direktory /opt

tar -xvf Meng-untar sebuah file tar yg tidak terkompress(*tar).
filename.tar

gunzip filename.gz Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz or *.z) dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika ingin mengkompress file.

bunzip2 Meng-uncompress file dgn format(*.bz2) dgn utiliti “bzip2″, di gunakan pada file yg besar.
filename.bz2

unzip filename.zip Meng-uncompress file dgn format (*.zip) dgn utiliti “unzip” yg kompatibel dgn pkzipj for DOS.

find / -name Mencari “namafile” pada komputer di mulai dgn direktory /.
“filename” Nama file tsb mungkin saja berisi wildcard(*,?).

locate filename Mencari dengan string “filename”.sangat mudah dan cepat dgn perintah di atas.

Sumber : Manual Linux


Puasnya Ngenet Di Bima

November 8, 2007

Kemarin waktu lebaran di Bima, penulis memiliki pengalaman yang sangat mengesankan. gimana gak mengesankan, penulis bisa masuk ke ruang server ICT Kota Bima dan bisa mendownload file sebesar 600 Mb hanya dalam waktu 2 jam (coba bayangkan dech kalo d/l nya di warnet dengan besar file sama)

selama penulis ada di Bima, selama itu juga penulis main-main ke server ICT kota bima.

Anda mau merasakan cepatnya ngenet di bima???? sabar ya…. cos ini juga ntar akan di bangun warnet yang dimana bandwithnya 128 or 256 /client (apa gak gila tuh????)

And insya Allah, penulis akan memposting Peta jalur Wifi di Kota Bima dekat-dekat ini.

Kalo bukan kita, siapa lagi yang membangun Bima????


Kembali Mbojo Ma Ntoi

December 4, 2006

Kembali Mbojo ma Ntoi

Samonto Paku fare ma ntoi
Samonto rawi rasa ma ntoi
Samonto Eli Nasi ma Kakeke

Tabe ku loa ta eda mbali mu ake?

Kembali Mbojo Ma Ntoi
Kataho Dana Ro rasa
Dana Dembi Waura Mango
Aina Ngoho di Na Doro

Kembali Mbojo Ma Ntoi
Kataho Dana Ro rasa
Leku wara di eda mbali
Dana Mbojo Bune ma ntoi

Pertama dengar ini lagu saya langsung meneteskan air mata.
Karena isi n makna dari lagu ini merupakan suatu hal yang hilang di Dana Mbojo dan kayaknya tidak mungkin lagi di kembalikan.

Buat lenga, sa’e, ari, ori,ua n other yang ingin mendengarkan lagu ini bisa mendapatkannya di www.mbojo-lab.co.nr dan buka bagian download

PERMOHONAN MAAF
===============
Saya ingin mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besar kepada pencipta, penyanyi dan semuanya (Pokoknya yang merasa punya lisensi resmi tentang lagu “Kembali Mbojo Ma Ntoi”. Karena saya sudah mengedarkan lagu ini tanpa ijin dari Ita Doho Mena.

Tujuan utama Mada dalam mengedarkan lagu ini adalah bukan semata untuk membudidayakan pembajakan tapi semua mada lakukan untuk mengembalikan bima seperti dulu. Mudah-mudahan dengan mendengarkan lagu ini orang bisa mengembalikan Dana Mbojo Seperti yang ada di Lagu ini.

Sekali lagi mada mohon maaf yang sebesar-besarnya atas lancangnya rawi mada.
Mbojo Resourch Lab Team
website : www.mbojo-lab.co.nr
email   : afdoal@gmail.com